HUBUNGAN KONSUMSI TEH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSMA SURABAYA
Kata Kunci:
hemoglobin, konsumsi teh, mahasiswaAbstrak
Latar Belakang: Anemia berdampak bagi tubuh yaitu menyebabkan mudah terserang penyakit dan penurunan kecepatan berpikir akibat kurangnya pasokan oksigen ke otak. Seseorang dapat dikatakan mengalami anemia apabila memiliki kadar hemoglobin dibawah normal. Penyebabnya multifactorial, salah satunya frekuensi konsumsi teh. karena dalam teh terdapat kandungan tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi yang berfungsi sebagai pembentuk hemoglobin. Budaya konsumsi teh di Indonesia dinikmati oleh semua kalangan termasuk mahasiswa fakultas kedokteran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi teh dengan kadar hemoglobin dalam darah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Metode: Penelitian berjenis analitik dengan survei observasional dan dilakukan secara cross- sectional. Responden adalah mahasiswa dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai frekuensi konsumsi teh, dan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat digital Hb meter. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ditemukan hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi teh dan kadar hemoglobin (p = 0,008), menunjukkan responden sering mengonsumsi teh memiliki kadar hemoglobin lebih rendah dibandingkan dengan responden jarang mengonsumsi teh.Kesimpulan: Frekuensi konsumsi teh memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar hemoglobin, menunjukkan bahwa konsumsi teh yang berlebihan berperan dalam menurunkan kadar hemoglobin secara signifikan pada populasi mahasiswa ini.


