PERILAKU KONSUMSI AIR MINERAL PADA REMAJA USIA 13-15 TAHUN DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH DI SURABAYA
Kata Kunci:
air mineral, hidrasi, perilaku remaja, konsumsi air, SurabayaAbstrak
Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang membutuhkan kecukupan hidrasi untuk mendukung fungsi fisiologis dan kognitif. Namun, banyak remaja yang belum memenuhi kebutuhan cairan harian dan cenderung memilih minuman manis dibandingkan air mineral. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi serta gangguan kesehatan jangka panjang. Tujuan: Mengetahui gambaran perilaku konsumsi air mineral pada remaja usia 13–15 tahun di salah satu sekolah menengah di Surabaya serta menganalisis hubungan antara usia dan frekuensi konsumsi air mineral. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang terhadap 51 responden yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang menilai frekuensi konsumsi air mineral (sering/jarang). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden (94,1%) jarang mengonsumsi air mineral, sedangkan hanya 5,9% yang mengonsumsi secara sering. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dan frekuensi konsumsi air mineral (p = 0,885). Kesimpulan: Perilaku konsumsi air mineral pada remaja masih tergolong rendah dan tidak dipengaruhi oleh faktor usia. Temuan ini menegaskan perlunya edukasi dan promosi kesehatan terkait hidrasi yang adekuat bagi remaja.


