ANALISIS DESKRIPTIF INDEKS DMF-T DAN MALOKLUSI PADA REMAJA USIA 13–14 TAHUN DI KOTA SURABAYA
Kata Kunci:
DMF-T, Maloklusi, Remaja, SurabayaAbstrak
Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut pada remaja merupakan indikator penting dalam evaluasi status kesehatan masyarakat, khususnya melalui penilaian indeks DMF-T dan gambaran maloklusi. Remaja usia 13–14 tahun berada pada fase transisi dentisi yang rentan terhadap peningkatan angka karies serta perkembangan maloklusi yang dapat memengaruhi fungsi stomatognatik dan kualitas hidup. Tujuan: Total 50 rersMendeskripsikan tingkat indeks DMF-T serta pola maloklusi pada remaja usia 13–14 tahun di Kota Surabaya. Hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat dalam bentuk data epidemiologis yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan program promotif dan preventif kesehatan gigi, sekaligus sebagai acuan bagi tenaga kesehatan gigi dalam upaya deteksi dini dan intervensi yang lebih efektif. Metode: Peneliti memeriksa kelas 8A dan 8C total 50 orang siswa SMPN 56 Surabaya. Responden diperiksa secara klinis oleh seorang dokter gigi. Diamati dengan indeks DMF-T yaitu derajat keparahan gigi yang karies, hilang, dan tambalan. Kemudian dicatat derajat maloklusinya ringan, sedang, parah. Hasil: Nilai signifikansi uji Chi-Square sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara indeks DMF-T dan kejadian maloklusi pada anak usia 14–15 tahun. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat DMF-T dan distribusi maloklusi yang signifikan pada kelompok usia tersebut, sehingga diperlukan strategi pencegahan yang lebih terarah serta peningkatan edukasi kesehatan gigi pada populasi remaja di Surabaya.


