HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI, SUSU FORMULA, DAN KOMBINASI KEDUANYA TERHADAP STATUS IMUNITAS ANAK DI MASA GOLDEN PERIOD DI POSYANDU KENANGA DI DESA SAMARAN
Kata Kunci:
Air Susu Ibu, Susu Formula, Status ImunitasAbstrak
Latar belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama yang ideal bagi bayi, terutama pada masa golden period (usia 0–5 tahun), yaitu periode penting dalam pertumbuhan dan pematangan sistem imun anak. Kandungan gizi makro, mikro, dan bioaktif dalam ASI mendukung daya tahan tubuh dan melindungi dari infeksi. Namun, tidak semua anak mendapatkan ASI eksklusif; sebagian menerima susu formula atau kombinasi keduanya, yang dapat memberikan dampak berbeda terhadap imunitas anak. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pola pemberian ASI, susu formula, dan kombinasi keduanya terhadap status imunitas anak usia 0–5 tahun di Posyandu Kenanga, Desa Samaran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 45 anak dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan dilanjutkan dengan Dunn post hoc test. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada status imunitas anak berdasarkan pola pemberian susu (p = 0,000). Kelompok ASI eksklusif menunjukkan median skor imunitas tertinggi (9,00), disusul kombinasi (7,00), dan susu formula (6,00). Uji post hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara ASI dan susu formula (p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan status imunitas anak yang lebih baik. Temuan ini mendukung anjuran WHO dan UNICEF mengenai pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih.


