FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOEMULSI EKSTRAK KUNYIT
Kata Kunci:
formulasi, karakterisasi, kunyit, kurkumin, nanoemulsiAbstrak
Latar Belakang: Kurkumin merupakan senyawa polifenol yang terdapat dalam tanaman kunyit, telah digunakan secara tradisional sebagai antitumor, antioksidan, antiinflamasi, anti-HIV, antimikroba, agen anti-adhesi dan antibiofilm akan tetapi kelarutan dan bioavailabilitasnya rendah. Untuk memperbaiki sifat tersebut, maka dibuatlah kunyit (Curcuma longa L.) dalam formulasi baru berbentuk nanoemulsi. Nanoemulsi memiliki kelebihan dapat memeperbaiki dan meningkatkan absorpsi dan bioavailabilitas obat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan, mengkarakterisasi, dan mengevaluasi kurkumin yang berbasis nanoemulsi secara in vitro. Metode: Penelitian ini menggunakan metode sonifikasi. Konsentrasi ekstrak yang digunakan sebanyak 0,25 g dan virgin coconut oil 5% sebagai fase minyak. Variasi pada setiap formulasi dibedakan pada konsentrasi tween 80 sebagai surfaktan dan gliserin sebagai kosurfaktan. Evaluasi yang dilakukan meliputi organoleptik, stabilitas, ukuran partikel, dan uji tranmitan. Hasil: Sediaan nanoemulsi yang dihasilkan berwarna kuning kental, berbau khas kunyit, nilai transmitan 84,6-101,0%, ukuran partikel pada F1, F2, F3 sebesar 96,05 nm, 8,34 nm, dan F3 6,03 nm. Kesimpulan: semua formula stabil secara fisik ditandai dengan tidak adanya pemisahan fase, pengendapan, dan kekeruhan.


